Perbedaan Islam Dengan Syiah

Perbedaan Islam Dengan SyiahDulu saat masih kecil dan remaja, saya pernah mendengar konflik antara Syiah dan Sunni di negara timur tengah. Saat itu saya masih belum terlalu mengerti apa beda Syiah dan Sunni. Mengapa kedua golongan ini sampai terlibat konflik walau ‘kelihatannya’ sama-sama mengaku Islam. Setahu saya sebagai orang awam, persatuan umat Islam di negara arab cukup solid karena disanalah pertama kali ajaran Islam yang turun melalui wahyu-wahyu ilahi disebarkan. Jadi Islam bagi mereka lebih dari sekedar agama tapi juga budaya yang sudah mengakar secara turun temurun.

Lalu mengapa sesama orang Arab masih berperang bahkan tidak segan-segan melakukan pembantaian seperti yang kita lihat di negara Syria misalnya? Apakah itu murni perebutan kekuasaan atau ada konflik Syiah versus Sunni juga di dalamnya?

Pernah saya menonton video salah seorang pendakwah ahli perbandingan agama yaitu dr. Zakir Naik asal India. Sebagai info beliau hafal Al-quran, dan beberapa kitab suci lainnya sebagai perbandingan. Begitu ditanyakan kepadanya mengapa ada banyak aliran/sekte di dalam umat muslim, beliau menjawab dengan bijak di Al-qur’an tidak pernah ada disebutkan Islam terbagi menjadi Syiah dan Sunni, dll. Kedua sebutan ini murni hasil karya manusia dan bukan dari Allah Swt.

Menurut beliau, jika mau tau suatu ajaran benar atau salah kembalikan saja ke isi Al-qur’an dan hadits2 Nabi Saw. Jika suatu kelompok berpegang teguh pada kedua sumber utama ajaran Islam berarti kelompok tersebut sesuai dengan Islam, jika tidak maka sudah dapat dipastikan kelompok tersebut harus kita tinggalkan. Simple.

JIKA DASAR AJARANNYA TIDAK BERSUMBER DARI AL-QUR’AN DAN HADITS YANG SANADNYA JELAS MAKA AJARAN TERSEBUT TIDAK LAYAK KITA IKUTI SEBAGAI UMAT MUSLIM.

Kembali ke Syiah, karena ajaran ini mulai masuk ke Indonesia sudah sewajarnya kita sebagai umat Islam lebih aware untuk mempelajari ajaran Islam lebih baik dan membandingkannya dengan faham Syiah sebagai benteng pribadi dan juga keluarga serta teman2 sesama Islam. Dari luar memang Syiah ini nggak kalah dengan umat Islam. Memakai jubah, surban dan jenggot untuk penganut laki-laki dan memakai hijab dan baju dalam bagi perempuannya. Namun jika otak kita sudah tertanam aqidah Islam yang benar, menurut hemat saya AMAT MUDAH mendeteksi suatu ajaran itu sesat atau tidak. Bandingkan saja dengan Al-qur’an yang kita punya, serta hadits2 shahih dengan referensi2 Mazhab 4 Imam besar Islam. Mazhab adalah sebuah metodologi ilmiyah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah dan Sunnah Nabawiyah. Jika berbeda dengan salah satu saja dari sumber tersebut maka ada baiknya tidak kita ambil ilmunya apalagi dipraktekan.

yi’ah ialah salah satu aliran atau mazhab. Secara umum, Syi’ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Islam (orang Arab menyebutnya Sunni) pertama (from Wikipedia). Padahal pada saat kepemimpinan Tiga Khalifah inilah Al-qur’an di kumpulkan dari bentuk lembaran-lembaran menjadi sebuah buku utuh. Syiah otomatis tidak mempercayai Al-quran yang disusun pada masa ketiga Khalifah ini dan memilih membuat ‘Al-qur’an’ versinya sendiri yang tentunya tidak bersumber dari sahabat-sahabat terdekat Nabi Saw. Lalu kalau tidak mempercayai Al-qur’an, dasar apa yang digunakan Syiah untuk membenarkan ajarannya? Setahu saya kitab-kitab Syiah sudah dicampur-campur antara potongan ayat Al-qur’an dengan ajaran dari imam-imam mereka (perkataan manusia), tidak murni berisi perkataan Allah saja. Sedangkan Al-qur’an yang dikumpulkan pada zaman keKhalifahan Tiga sahabat nabi murni dikumpulkan dari para penghafal ayat dan juga lembaran-lembaran (biasanya pelepah kurma) yang berisi ayat-ayat Al-qur’an yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Begitu juga dengan hadits, karena mereka tidak mempercayai hadits yang dirangkum di ketiga masa kepemimpinan Khalifah ini maka banyak sekali hadits penting yang menjadi pegangan utama umat Islam hingga saat ini mereka dustakan. Contohnya tentang tata cara shalat dan jumlah shalat dalam sehari semalam. Amat berbeda antara Syiah dengan Islam.

Demikian secara ringkas nya perbedaan utama antara Syiah dan Islam. Sebetulnya tidak ada istilah Sunni (berasal dari kata Sunnah yang artinya Ahlu Sunnah Wal Jamaah, yaitu kelompok yang berpegang teguh pada ajaran Islam pada masa awal Islam disebarkan yaitu pada masa Nabi atau Sahabat Nabi masih hidup). Semua orang Islam sejatinya haruslah seorang Sunni atau Ahlu Sunnah Wal Jamaah, namun karena jauhnya rentang waktu antara Islam disebarkan dengan masa sekarang banyak orang yang enggan mempelajari Islam sesuai ajaran Islam pada awal Islam diajarkan. Mereka menganggap ajaran tersebut ‘kuno’ dan tidak sesuai lagi dengan kehidupan modern sekarang. Karena itulah muncul paham2 penganut Islam moderat, liberal, kejawen, abangan dll karena sudah bercampur2 antara budaya dengan ajaran agama.

Padahal Islam yang hakiki sesuai dengan apa yang ada di dalam Al-qur’an dan Hadits, sifatnya tidak hanya berlaku untuk umat Islam pada zaman Nabi namun berlaku hingga hari kiamat. Untuk itu sebagai umat Islam yang ingin merasakan nikmat Islam yang sebenarnya, terutama untuk masyarakat yang memeluk Islam keturunan perlu mempelajari lebih dalam tentang aqidah dan fiqih Islam agar bisa menjadi benteng kita terhadap ajaran-ajaran yang amat jauh berbeda dengan Islam yang disampaikan oleh Nabi.

Finni Fitri

Muslim, Minang,TK-ITB 2004, ex-PNS, Entrepreneur, A Wife, Anti JIL

assalamualaikum Silahkan Hubungi Kami