Perbedaan Islam Dengan Syiah

Perbedaan Islam Dengan Syiah

Perbedaan Islam Dengan SyiahDulu saat masih kecil dan remaja, saya pernah mendengar konflik antara Syiah dan Sunni di negara timur tengah. Saat itu saya masih belum terlalu mengerti apa beda Syiah dan Sunni. Mengapa kedua golongan ini sampai terlibat konflik walau ‘kelihatannya’ sama-sama mengaku Islam. Setahu saya sebagai orang awam, persatuan umat Islam di negara arab cukup solid karena disanalah pertama kali ajaran Islam yang turun melalui wahyu-wahyu ilahi disebarkan. Jadi Islam bagi mereka lebih dari sekedar agama tapi juga budaya yang sudah mengakar secara turun temurun.

Lalu mengapa sesama orang Arab masih berperang bahkan tidak segan-segan melakukan pembantaian seperti yang kita lihat di negara Syria misalnya? Apakah itu murni perebutan kekuasaan atau ada konflik Syiah versus Sunni juga di dalamnya?

Pernah saya menonton video salah seorang pendakwah ahli perbandingan agama yaitu dr. Zakir Naik asal India. Sebagai info beliau hafal Al-quran, dan beberapa kitab suci lainnya sebagai perbandingan. Begitu ditanyakan kepadanya mengapa ada banyak aliran/sekte di dalam umat muslim, beliau menjawab dengan bijak di Al-qur’an tidak pernah ada disebutkan Islam terbagi menjadi Syiah dan Sunni, dll. Kedua sebutan ini murni hasil karya manusia dan bukan dari Allah Swt.

Menurut beliau, jika mau tau suatu ajaran benar atau salah kembalikan saja ke isi Al-qur’an dan hadits2 Nabi Saw. Jika suatu kelompok berpegang teguh pada kedua sumber utama ajaran Islam berarti kelompok tersebut sesuai dengan Islam, jika tidak maka sudah dapat dipastikan kelompok tersebut harus kita tinggalkan. Simple.

JIKA DASAR AJARANNYA TIDAK BERSUMBER DARI AL-QUR’AN DAN HADITS YANG SANADNYA JELAS MAKA AJARAN TERSEBUT TIDAK LAYAK KITA IKUTI SEBAGAI UMAT MUSLIM.

Kembali ke Syiah, karena ajaran ini mulai masuk ke Indonesia sudah sewajarnya kita sebagai umat Islam lebih aware untuk mempelajari ajaran Islam lebih baik dan membandingkannya dengan faham Syiah sebagai benteng pribadi dan juga keluarga serta teman2 sesama Islam. Dari luar memang Syiah ini nggak kalah dengan umat Islam. Memakai jubah, surban dan jenggot untuk penganut laki-laki dan memakai hijab dan baju dalam bagi perempuannya. Namun jika otak kita sudah tertanam aqidah Islam yang benar, menurut hemat saya AMAT MUDAH mendeteksi suatu ajaran itu sesat atau tidak. Bandingkan saja dengan Al-qur’an yang kita punya, serta hadits2 shahih dengan referensi2 Mazhab 4 Imam besar Islam. Mazhab adalah sebuah metodologi ilmiyah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah dan Sunnah Nabawiyah. Jika berbeda dengan salah satu saja dari sumber tersebut maka ada baiknya tidak kita ambil ilmunya apalagi dipraktekan.

yi’ah ialah salah satu aliran atau mazhab. Secara umum, Syi’ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Islam (orang Arab menyebutnya Sunni) pertama (from Wikipedia). Padahal pada saat kepemimpinan Tiga Khalifah inilah Al-qur’an di kumpulkan dari bentuk lembaran-lembaran menjadi sebuah buku utuh. Syiah otomatis tidak mempercayai Al-quran yang disusun pada masa ketiga Khalifah ini dan memilih membuat ‘Al-qur’an’ versinya sendiri yang tentunya tidak bersumber dari sahabat-sahabat terdekat Nabi Saw. Lalu kalau tidak mempercayai Al-qur’an, dasar apa yang digunakan Syiah untuk membenarkan ajarannya? Setahu saya kitab-kitab Syiah sudah dicampur-campur antara potongan ayat Al-qur’an dengan ajaran dari imam-imam mereka (perkataan manusia), tidak murni berisi perkataan Allah saja. Sedangkan Al-qur’an yang dikumpulkan pada zaman keKhalifahan Tiga sahabat nabi murni dikumpulkan dari para penghafal ayat dan juga lembaran-lembaran (biasanya pelepah kurma) yang berisi ayat-ayat Al-qur’an yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Begitu juga dengan hadits, karena mereka tidak mempercayai hadits yang dirangkum di ketiga masa kepemimpinan Khalifah ini maka banyak sekali hadits penting yang menjadi pegangan utama umat Islam hingga saat ini mereka dustakan. Contohnya tentang tata cara shalat dan jumlah shalat dalam sehari semalam. Amat berbeda antara Syiah dengan Islam.

Demikian secara ringkas nya perbedaan utama antara Syiah dan Islam. Sebetulnya tidak ada istilah Sunni (berasal dari kata Sunnah yang artinya Ahlu Sunnah Wal Jamaah, yaitu kelompok yang berpegang teguh pada ajaran Islam pada masa awal Islam disebarkan yaitu pada masa Nabi atau Sahabat Nabi masih hidup). Semua orang Islam sejatinya haruslah seorang Sunni atau Ahlu Sunnah Wal Jamaah, namun karena jauhnya rentang waktu antara Islam disebarkan dengan masa sekarang banyak orang yang enggan mempelajari Islam sesuai ajaran Islam pada awal Islam diajarkan. Mereka menganggap ajaran tersebut ‘kuno’ dan tidak sesuai lagi dengan kehidupan modern sekarang. Karena itulah muncul paham2 penganut Islam moderat, liberal, kejawen, abangan dll karena sudah bercampur2 antara budaya dengan ajaran agama.

Padahal Islam yang hakiki sesuai dengan apa yang ada di dalam Al-qur’an dan Hadits, sifatnya tidak hanya berlaku untuk umat Islam pada zaman Nabi namun berlaku hingga hari kiamat. Untuk itu sebagai umat Islam yang ingin merasakan nikmat Islam yang sebenarnya, terutama untuk masyarakat yang memeluk Islam keturunan perlu mempelajari lebih dalam tentang aqidah dan fiqih Islam agar bisa menjadi benteng kita terhadap ajaran-ajaran yang amat jauh berbeda dengan Islam yang disampaikan oleh Nabi.

Finni Fitri

Muslim, Minang,TK-ITB 2004, ex-PNS, Entrepreneur, A Wife, Anti JIL

Alasan Dinamakan Masjidil Haram

Alasan Dinamakan Masjidil Haram

Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Shalat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

Berkaitan dengan Masjidil Haram, tahukah Anda mengapa masjid ini dinamakan Masjidil Haram?

Masjidil Haram dalam bahasa Arab: المسجد الحرام artinya masjid yang memiliki tanah haram. Kenapa dinamakan tanah haram, para ulama mengatakan karena di dalam tanah itu berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita melakukan berbagai hal, seperti berburu, mengangkat senjata, mematahkan tumbuhan dan seterusnya, termasuk juga haram untuk dimasuki oleh kafir.

Berikut penjabaran alasan disebut tanah haram:

1. Haram Dimasuki Orang Kafir
Dasar larangan bagi orang non muslim untuk memasuki wilayah al-haram di Makkah Al-Mukarramah adalah sebuah firman Allah SWT di dalam surat At-Taubah.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini,” (QS. At-Taubah: 28)

Kenajisan orang musyrik ini memang bukan najis ‘aini, sehingga jasad orang musyrik pada dasarnya tetap suci, bahkan bekas minum mereka pun tidak najis. Namun kenajisan mereka adalah najis secara maknawi.

2. Batas Tanah Haram
Sedangkan batas tanah haram yang berlaku semua ketentuan tentang tanah haram itu adalah batas miqat makani sebagaimana yang berlaku buat jamaah haji. Maka para batas-batas miqat itulah seorang non muslim sudah tidak boleh lagi masuk ke dalamnya.

Di sebelah timur ada Dzatu ‘Irqin, yaitu batas orang yang masuk dari arah negeri Iraq. Bergeser ke Selatan masih di timur ada Qarnul Manazil. Paling selatan, yaitu dari arah negeri Yaman, ada Yalamlam. Sedangkan dari arah utara, beberapa kilometer dari Kota Madinah, ada Bi’ru Ali, atau disebut juga dengan Dzil Hilaifah. Di sebelah Barat ada Juhfah atau disebut juga Rabigh. Maka kota Makkah seluruhnya tentu saja termasuk wilayah tanah haram. Artinya, orang kafir tidak boleh masuk wilayah ini.

3. Ketentuan Terkait dengan Wilayah Al-Haram
Selain tidak boleh dimasuki oleh non muslim, tanah Al-Haram di Makkah juga memiliki ketentuan-ketentuan lainnya, antara lain:

1. Shalat di wilayah Al-Haram Makkah akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, yaitu 100.000 kali. Hal itu sebagaimana yang ditetapkan oleh Baginda Rasulullah SAW:

Dari Jabir radhiallahu’anhu sesunggunya Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil haram. Dan shalat di Masjidilharam lebih utama seratus ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, no. 1406. Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

2. Tidak ada larangan untuk melakukan shalat kapan pun, bahkan termasuk pada waktu-waktu yang sebenarnya haram untuk melakukan shalat. Seperti pada saat matahari terbit, terbenam atau pas di atas kepala. Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

Dari Jubair bin Muth’im bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Wahai Bani Abdi Manaf [1], janganlah kalian melarang seoranpun yang akan thawaf (mengelilingi tujuh kali) sekitar Ka’bah, dan seorang yang akan menunaikan shalat pada waktu malam atau siang,” (HR Abu Daud dan Nasa’i, dan Tirmidzi dan Ibnu Majah dan di shahihkan al-Albani).

3. Haram Membawa Senjata
Di tanah Haram Makkah, haram hukumnya membawa senjata. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu, ia berkata : saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Tidak diperbolehkan bagi kalian membawa senjata [2] di Makkah,” (HR Muslim).

4. Haram Menumpahkan Darah (Pembunuhan) dan Mematahkan Tumbuhan
“….maka sejak itu (negeri Makkah) haram dengan keharaman Allah hingga hari kiamat, duri-durinya tidak boleh dipatahkan, binatang buruannya tidak boleh di usir (diganggu), barang yang jatuh di Makkah tidak boleh diambil, kecuali untuk mencari (pemiliknya), tumbuh-tumbuhannya tidak boleh ditebang…..,” (HR Bukhari dan Muslim)

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya dan hatinya kearah masjidil haram dimanapun berada, hal ini di perkuat dengan surah al-Baqarah ayat 149 dan 150. Perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan sholat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini:
“Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan,” (QS.al-Baqarah:149)

“Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk,” (QS.al-Baqarah:150) [3]

Keterangan:
[1] Rasulullah mengkhususkan sabdanya ini kepada Bani Abdi Manaf karena beliau mengetahui bahwa pemerintahan dan kekuasaan di Makkah kembali pada mereka, karena mereka adalah pemimpin-pemimpin Makkah, dan urusan-urusan dalam haji (menjamu jamaah haji dengan memberikan minum, makanan, pengamanan) mereka yang melakukannya. (Kitab Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jami Tirmidzi, cetakan Daarul Fikr th 1995 M – 1415 H, hal 531 juz 3, pen).

[2] Larangan ini jika tidak ada hajat kebutuhan membawa senjata, jika ada hajatnya maka diperbolehkan. (Syarh Shahih Muslim Imam Nawawi, hal 130-131, juz 9 jilid ke 5 cetakan Daarul fikr, pen).

[3] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 150) sehubungan dengan peristiwa berikut: Ketika Nabi SAW memindahkan arah qiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, kaum Musyrikin Mekkah berkata: “Muhammad dibingungkan oleh agamanya. Ia memindahkan arah qiblatnya ke arah qiblat kita. Ia mengetahui bahwa jalan kita lebih benar daripada jalannya. Dan ia sudah hamir masuk agama kita.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi melalui sanad-sanadnya.)

Sumber: islampos.com

Khasiat Kurma Ajwa

Khasiat Kurma Ajwa

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda.

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullaah menukilkan perkataan Imam Al-Khathabi tentang keistimewaan kurma Ajwah : “Kurma Ajwah bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri”

Hadits ini mempunyai banyak sekali kandungan faedahnya, sebagaimana yang dituturkan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah dalam kitabnya ‘Ath-Thibb An-Nabawi’: “Al-Maf’uud adalah sakit yang menyerang bagian liver (hati)”. Dan kurma memiliki khasiat yang menakjubkan untuk menyembuhkan penyakit ini (dengan izin Allah), terutama sekali kurma dari Madinah, khususnya jenis Ajwah. (Pembatasan pada) jumlah tujuh itu juga mengandung khasiat yang hanya diketahui rahasianya oleh Allah.

Kurma adalah jenis nutrisi yang baik, terutama bagi orang yang makanan sehari-harinya mengandung kurma seperti penduduk Madinah. Begitu juga kurma adalah makanan yang baik bagi orang-orang yang tinggal di daerah panas dan agak hangat namun memiliki temperatur tubuh yang lebih dingin.

Bagi penduduk Madinah, tamr (kurma yang kering) merupakan makanan pokok sebagaimana gandum bagi bangsa-bangsa lain. Juga, kurma kering dari daerah Aliyah di Madinah merupakan salah satu jenis kurma terbaik sebab rasanya gurih, lezat dan manis. Kurma termasuk jenis makanan, obat dan buah-buahan, kurma cocok dikonsumsi oleh hampir seluruh manusia. Dapat berguna untuk memperkuat suhu tubuh alami, tidak menimbulkan reduksi timbunan ampas yang merusak tubuh seperti yang ditimbulkan oleh berbagai jenis makanan dan buah-buahan. Bahkan bagi yang sudah terbiasa makan kurma, kurma dapat mencegah pembusukan dan kerusakan makanan yang berefek negatif terhadap tubuh.

KURMA AJWAH BERASAL DARI SURGA DAN DAPAT MENGOBATI RACUN

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

اَلْعَجْوَةُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَهِيَ شِفَاءٌ مِنَ السُّمِّ

“Kurma Ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun”

Imam Ibnul Qayyim memberikan komentar terhadap hadits tersebut, “Yang dimaksud dengan kurma Ajwah disini adalah kurma Ajwah Al-Madinah, yakni salah satu jenis kurma di kota itu, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Betuknya amat bagus, padat, agak keras dan kuat, namun termasuk kurma yang paling lezat, paling harum dan paling empuk”

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ فِي عَجْوَةِ الْعَالِيَةِ شِفَاءً، اَوْإنَّهَا تِرْيَاقٌ، أَوَّلَ الْبُكْرَةِ

“Sesungguhnya dalam kurma Ajwah yang berasal dari Aliyah arah kota Madinah di dataran tinggi dekat Nejed itu mengandung obat penawar atau ia merupakan obat penawar, dan ia merupakan obat penawar racun apabila dikonsumsi pada pagi hari”

PENYEBUTAN ANGKA TUJUH DALAM AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH
Adapun khasiat dari tujuh butir kurma memiliki makna spiritual maupun material sebagaimana yang terdapat dalam syari’at Islam.

Allah menciptakan langit dan bumi masing-masing tujuh lapis. Jumlah hari dalam sepekan adalah tujuh. Manusia mencapai tahapan kesempurnaan penciptaan dirinya ketika telah mencapai tujuh fase. Allah mensyariatkan kepada para hamba-Nya untuk berthawaf tujuh putaran. Sa’i antara Shafa dan Marwah juga sebanyak tujuh putaran. Melempar jumrah masing-masing tujuh kali. Takbir shalat Ied di raka’at pertama juga tujuh kali.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مُرُّوْ هُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعٍ

“Perintahkanlah mereka (anak-anak kalian) untuk shalat pada usia tujuh tahun”

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, beliau memerintahkan agar kepalanya disiram dengan air sebanyak tujuh qirbah.

Allah pernah memberi kuasa kepada angin untuk mengadzab kaum ‘Aad selama tujuh malam.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdo’a kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada kaumnya dengan tujuh masa sebagaimana yang diminta oleh nabi Yusuf.

Allah menggambarkan sedekah seseorang dilipatgandakan pahalanya seperti tujuh batang pokok padi yang masing-masing berisi seratus butir padi.

Batang padi yang dilihat oleh sahabat nabi Yusuf dalam mimpinya jumlahnya juga tujuh buah. Jumlah tahun saat mereka bercocok tanam juga tujuh.

Pelipatgandaan pahala hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih

Yang masuk surga dikalangan ummat ini tanpa hisab ada tujuh puluh ribu orang.

Disamping itu ada pula lafzh angka tujuh yang lain dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu, Allah berfirman.

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [Luqman ; 27]

اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“ Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja) kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka, yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik” [At-Taubah : 80]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

اَلْمُؤْمِنُ يَأكُلُ فِي مِعً وَاحِدٍ، وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِيْ سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ

“orang mukmin makan dengan satu usus manakala orang kafir makan dengan tujuh usus”

Sumber: https://almanhaj.or.id/2229-makan-tujuh-butir-kurma-ajwah-dapat-menangkal-racun-dan-sihir.html
Saracen

Saracen

Saracen adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristiani Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Agama Islam (tanpa memperdulikan ras atau sukunya). Pada zaman itu, istilah ini umumnya digunakan secara negatif. Pada zaman modern, istilah Saracen juga digunakan sebagai sinonim untuk bajak laut di Laut Tengah.

Kata Saracen berasal dari Bahasa Yunani (Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arab شرقيين syarqiyyin (“orang-orang timur”), namun dugaan ini tidak memilik dasar yang kuat.  Istilah ini kali pertama digunakan pada awal zaman Romawi Kuno untuk menyebut sebuah suku Arab di Semenanjung Sinai.

Pada awal periode Masehi, istilah Saracen dalam bahasa Yunani dan Latin merujuk kepada orang yang tinggal di pedalaman gurun di sekitaran Arabia Petrea; mereka dibedakan secara khusus dari orang Arab. Pada masa-masa berikutnya, orang-orang Kristen Romawi memperluas penggunaan ini untuk menyebut orang Arab secara keseluruhan. Setelah berkembangnya agama Islam, terutama pada masa Perang Salib, istilah ini digunakan terhadap seluruh Muslim (orang Islam).

Istilah ini disebarkan ke Eropa Barat oleh orang-orang Bizantium (Romawi Timur) dan Tentara Salib. Penggunaan istilah Saracen di Eropa mengalami pergeseran pada Zaman Pertengahan, tetapi masih berkonotasi negatif dan definisinya masih belum pasti. Dalam sebuah karya yang kontroversial dari abad kedelapan, Yohanes dari Damaskus mengecam orang Saracen sebagai pengikut nabi palsu dan “pelopor Dajal”. Dua abad kemudian, orang Eropa melihat Saracen sebagai penyembah berhala yang miskin, tidak terdidik, yang berbeda dibandingkan orang Arab — yang memperkenalkan kembali Aristoteles kepada Barat — selain Moor dan Orang Berber yang memerangi orang Kristen di Spanyol. Orang yang mendapatkan informasi mengenai Islam dari sumber-sumber Eropa Zaman Pertengahan tidak akan berpandangan sebagaimana kesimpulan di atas, bahwa Saracen berasal dari peradaban yang sama.

Pada abad ke-12, orang Eropa Zaman Pertengahan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai Islam dan Saracen menjadi identitas bangsa dan agama. Dalam sebagian kesusasteraan Zaman Pertengahan, Saracen, – yakni Muslim – berkulit hitam, sedangkan Kristen berkulit putih. Sebagai contoh, terlihat dalam karya The King of Tars (“Raja Tars”) sebuah roman dari Zaman Pertengahan. The Song of Roland (“Syair Roland”), sebuah syair kepahlawanan Perancis dari abad ke-11, mengaitkan profil kulit hitam dengan Saracen secara lebih jauh, dengan menetapkan bahwa warna kulit itu ciri utama Saracen.

KENALI BATAL DAN TIDAKNYA PUASA

Di antara penyebab batalnya puasa adalah makan dan minum, berdasarkan dalil :
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْل…الاية سورة البقرة 187
Artinya : makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu sampai tertib fajar shidiq, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam (terbenamnya matahari).

Berdasarkan dalil ini maka segala sesuatu yang termasuk dalam pengertian makanan dan minuman sehingga bisa mengenyangkan perut walaupun masuknya tidak melalui mulut HUKUMNYA MEMBATALKAN PUASA, seperti memasukkan cairan yang mengandung dzat-dzat makanan (sebagai pengganti makanan dan minuman) melalui suntikan atau infus.

Adapun segala sesuatu yang masuk kedalam tubuh tidak melalui mulut dan BUKAN merupakan pengganti makanan atau minuman, maka hukumnya TIDAK MEMBATALKAN PUASA, seperti :
1. Suntikan cairan obat, contoh: suntikan obat anti biotik, analgesik (penghilang rasa sakit) atau suntikan cairan yang bukan sebagai pengganti makanan dan minuman, contoh: suntikan insulin, faksin miningitis.
2. Mengoleskan minyak angin, remason, menghirup inhaler dan sejenisnya.
3. Obat tetes mata
4. Obat semprot asma (nasal spray bronchodilator)
5. Tranfusi darah

Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 72, Kalibata Jakarta Selatan
(021) 2753 1234
0811 195 9977

5 TIPS MENGHINDARI TRAVEL UMRAH NAKAL

Dengan berkembangnya bisnis travel di tanah air, tentunya Anda banyak menjumpai travel-travel umroh yang memasang promosi program ibadah umroh dengan harga yang luar biasa murah dan fasilitas yang tinggi bukan?

Nah sebelum Anda percaya saja akan rayuan promosi tak berdasar tersebut, ada baiknya untuk menilik 5 Tips Menghindari Travel Umrah Nakal yang dapat menjadi referensi pemilihan travel umroh terbaik bagi pelaksanaan ibadah Anda di kemudian hari, tips-tips tersebut adalah :

1. Memastikan travel itu resmi atau tidak.
2. Memastikan penerbangan dan jadwal keberangkatan.
3. Memastikan program layanan.
4. Memastikan hotel.
5. Memastikan visa.

Setelah Anda memastikan jika kelima poin diatas dimiliki oleh travel yang bersangkutan barulah Anda bisa mempercayakan pelayanan ibadah Anda ke travel tersebut. Bagi Anda yang sedang mencari travel terpercaya yang memiliki kelima kriteria diatas, In Shaa Allah Al Haneef telah memenuhi persyaratan tersebut. Al Haneef telah memiliki izin resmi serta telah berpengalaman memberangkatkan sejumlah jamaah umroh dari berbagai daerah mulai dari Jakarta, Bontang hingga Makassar dan Alhamdulillah mendapat respon dan testimoni yang positif dari para jamaahnya.

Nah bagi Anda yang masih penasaran, silahkan hubungi kami langsung untuk mendapat konfirmasi dan konsultasi lebih lanjut ke :

Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 72, Kalibata Jakarta Selatan
(021) 2753 1234
0811 195 9977

5 AMALAN ISTIMEWA DI HARI JUMAT

Beberapa amalan istimewa di hari jum’at tersebut adalah :

1. Membersihkan Diri
Amalan istimewa yang bisa dikerjakan untuk mendapat keistimewaan di hari jum’at yaitu membersihkan diri dengan total, hal ini berdasarkan sebuah hadits, “Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Membaca Surat Al-Kahfi
Amalan istimewa yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari jum’at adalah membaca Surat Al-Kahfi yang didasarkan pada hadits, “Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 akhir ayatnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai.

3. Memperbanyak Berdo’a
Salah satu waktu mustajab untuk berdo’a atau memohon kepada Allah adalah pada hari jum’at yang telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, “Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda, Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852, dari sahabat Abu Hurairah).

4. Memperbanyak Shalawat Nabi
Pada hari jum’at, ada keistimewaan dimana kita dianjurkan untuk memperbanyak bershalawat nabi yang didasarkan pada sebuah hadits, “Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi

5. Membaca Surat Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq Masing-Masing 7 Kali
Waktu pelaksanaannya adalah setelah Sholat Jumat, tepatnya boleh dilakukan sesaat setelah salam. Ada banyak riwayat tentang keutamaan membaca tiga surat ini di waktu setelah Sholat Jumat. Jadi, diketahui barang siapa melakukan amalan ini, maka Allah akan menjaga diri, keluarga dan harta para pengamalnya. Di riwayat lain ada yang mengatakan Allah akan mengampuni sampai datang hari Jumat lagi.

Nah, itulah beberapa amalan istimewa yang dianjurkan untuk kita lakukan di hari jum’at. Seperti yang dicontohkan dan dianjurkan oleh Rasulullaah SAW. Dan siapakah yang lebih baik untuk kita jadikan teladan selain beliau? Semoga bermanfaat.

Haqeem Travel

assalamualaikum Silahkan Hubungi Kami